Thursday, June 26, 2008

Insya Allah Sekolah Lagi di Eropa

Tidak ada orang yang bisa mengetahui apa yang menjadi rahasia Allah SWT. Tapi percayalah bahwa setiap kata dan doa yang kita panjatkan akan menjadi kenyataan. Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa! Doa saya untuk bisa mencari ilmu di Eropa, Insya Allah dan seizin-Nya hampir terwujud. Mencari ilmu di Negeri Belanda, tepatnya di The Hague University untuk program Master International Communication Management. Permintaan dalam Shalat Lima Waktu, Doa, Shalat Tahajud, serta Puasa Sunnah Senin-Kamis didengar Allah SWT. Aamiin.

Friday, December 14, 2007

Ada Salju di Snow City Singapura Lho

Berlin ada di Jawa Sekarang

Sejak 13 Desember lalu, Berlin Syafila Zahra ikut Mbahnya ke Jawa.

Tuesday, September 04, 2007

Kebesaran Allah

Lihatlah ke langit dan kau akan temukan ciptaanya yang maha luas, maha besar, sementara Anda hanya satu noktah di antara jutaan bintang dan galaksi.

Friday, August 03, 2007

Berlin Masih Dalam Gendongan
Gubuk Kecil Kami
Ibu nggendong Berlin di depan rumah kami yang kecil mungil, Perum Buana Vista Batam Centre. Kami pindah sejak 27 Juni 2007, setelah sebelumnya kontrak di Mediterania selama hampir satu tahun.
Berlin Syafila Zahra, putri kami yang lahir 26 April 2006.

Tuesday, May 15, 2007

Der Herr Strapazierfaehig
Pas berada di Orchard Road Singapore tahun 2005. Meski sudah jadi negara maju dan modern, namun di negeri Singa ini juga terdapat tukang becak seperti di Indonesia.
Belajar Jadi Wartawan Kedatangan siswa SD IT Darussalam yang ingin belajar jurnalistik. Mereka ingin belajar jadi wartawan dan berlatih proses wawancara serta menulis berita, Sabtu (12/5).

Sunday, October 15, 2006

DW - Studio Control Deutsche Welle TV di Berlin, Germany 2005.

Thursday, October 12, 2006

Berkatalah dengan mulutmu Jangan kau berkata dengan matamu Mendengarlah dengan telingamu Jangan pernah mendengar dengan emosimu Rasakanlah dengan hatimu Jangan kau rasakan dengan amarahmu Hidupmu bukan milikmu Keangkuhan yang ada di dirimu hanya sementara Belajarlah dari kaum miskin dan cacat di pinggir jalan Saat kau jatuh dari istana kemewahan Jangan pernah kau belajar dari seorang jutawan Karna pasti kau akan dilumatkan Batam,121006:16.10
BRANSTORM HUIS - Teman teman saat di International Institute for Journalism, InWEnt, Germany 2005. Dari Kiri: Assem (Khazaktan), Mukami (Nigeria), Lexy (Germany), Shakeman (Zimbabwe), Fatma Sirin (Turki), Quosi (Pantai Gading)

Wednesday, September 27, 2006

Yon Daryono. Pria kelahiran Purbalingga, 27 September 1978 ini merupakan alumni International Institute for Journalism InWent Germany 2005. Sebelumnya ia menyelesaikan pendidikan S1-nya di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 2002. Saat ini bekerja sebagai Redaktur Harian Tribun Batam (Kelompok Kompas Gramedia) dan pernah juga menjadi Redaktur di Harian Radar Banyumas (Jawa Pos Group). Mantan Research Assistant untuk Mahasiswa Doktoral dari University of Michigan USA ini, telah menulis buku "Tionghoa Batam: Dulu dan Kini," "35 Tahun Perjalanan Otorita Batam","6 Tahun PLN Batam Mengabdi," "110 Tokoh Berpengaruh di Batam", dan "Jurnalisme Dasar (masih proses penulisan)".